Saturday, December 17, 2011

Jangan Ada Pesantren dan Madrasah Dipandang Sebelah Mata

0 comments

Jangan Ada Pesantren dan Madrasah Dipandang Sebelah Mata

Purwakarta (Pinmas)--Menteri Agama Suryadharma Ali berharap mutu pendidikan Islam di tanah air akan semakin baik, apalagi saat ini ditopang dengan anggaran pendidikan yang dikelola Kementerian Agama mencapai Rp 27 trilyun.

"Jangan sampai ada pondok pesantren atau madrasah dipandang sebelah mata," kata Menteri Agama pada sambutan peresmian Masjid Ummahatul Mukminin dan pelepasan jamaah haji di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (9/10).

Menag menilai, dirinya sekarang ini lebih dikenal sebagai menteri yang mengurusi haji. Dikenal pula sebagai menteri yang mengurusi tawuran antarumat beragama serta menteri yang mengurusi pembangunan rumah ibadah.

"Padahal juga menangani pendidikan. Ada dua menteri yang menangani pendidikan yang besar; Menteri Pendidikan Nasional menangani sekolah dan Menteri Agama mengurusi madrasah, pesantren, perguruan tinggi agama baik Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha. Bahkan tahun ini anggarannya Rp 27 trilyun, bandingkan dengan APBN haji hanya Rp 250 milyar," papar Suryadharma.

Menurut dia, pendidikan agama telah mengalami kemajuan dibanding masa lalu. Sudah cukup banyak prestasi yang diraih, seperti prestasi siswa MAN Insan Cendekia Serpong yang meraih medali pada olympiade sains, serta mutu siswa madrasah seperti di Sumatera Barat yang mencapai level pendidikan lebih tinggi. "Saat ini ada lembaga pendidikan agama yang bukan hanya mengajarkan Bahasa Inggris dan Arab, tapi mengajarkan juga bahasa Mandarin," katanya.

Ia berharap, lembaga pendidikan pesantren terus mencetak kader ulama yang siap menghadapi tantangan. "Ulama yang bisa mengikuti perkembangan zaman, karena kita selalu bicara bahwa Islam selalu mengikuti perkembangan zaman," imbuh Menag.

Pada bagian lain Menag berharap jamaah haji tahun ini merasa senang dalam menunaikan ibadah haji. Apalagi fasilitas pemondokan pada tahun ini sudah lebih baik. Seluruh jamaah menempati Ring I dengan jarak terjauh 2.500 meter dari Masjidil Haram. "93% menempati pemondokan di bawah 2.000 meter, jamaah yang pemondonkannya lebih dari 2.000 meter dan dekat terowongan diberikan kendaraan," katanya.

Masjid Ummahatul Mukminin merupakan masjid bagi para santri putri di Ponpes Al Muhajirin, dibangun di atas tanah wakaf atas nama Hj. Zubaenah binti Abdul Hamid dengan memakan biaya Rp 600 juta yang dibiayai oleh almarhumah, demikian kata pimpinan Ponpes Al Muhajirin K.H. Abun Bunyamin. Pada acara peresmian hadir anggota DPR RI Hj. Wardatul Asriyah yang akrab disapa Ibu Indah Suryadharma, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dan Kepala Kanwil Kemenag Jabar Syaerozi. (ks)
SUMBER : http://kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=7849

0 comments: