Friday, December 16, 2011

MOTIVASI BERPRESTASI

0 comments
KEBERHASILAN seseorang dalam menapaki kehidupan bukan ditentukan oleh seberapa besar kekayaan yang dimiliki oleh orang tua. Kesuksesan bukan juga berasal dari keturunan siapa, atau meraih puncak prestasi tidak bergantung pada kelompok mana.

Kesuksesan berfondasi pada kemampuan seseorang mengelola motivasi berprestasi. Contohnya, orang-orang yang secara ekonomi tidak menguntungkan, tumbuh dalam keluarga penuh kesahajaan, dan berada pada komunitas arus bawah, tetapi dapat meraih puncak prestasi.

Sebut saja Mario Teguh. Mengawali karier menjadi pelatih ternama di negeri ini dari garasi. Siapa orang yang tak tahu dengan Thukul Arwana? Komedian tersohor tersebut harus melakoni sopir angkot, ketika memulai karier sebagai seorang pelawak. Bob Sadono yang bermula dari beberapa puluh ekor bebek, usahanya menggurita menjadi perusahaan agrobisnis berkelas internasional.

Melihat teladan itu, sesungguhnya keberhasilan merupakan milik semua orang. Keberhasilan bukan hanya milik anak pejabat, bukan hanya miliki anak orang kaya, dan bukan hanya milik anak orang terkenal. Keberhasilan menjadi milik siapa pun yang mau berusaha dengan kerja keras.

Upaya semaksimal mungkin mewujudkan keberhasilan dapat dijalankan oleh orang-orang yang memiliki motivasi berprestasi sangat kuat. Orang yang mempunyai motivasi berprestasi apabila di dalam dirinya ada dorongan untuk mencapai keberhasilan, memperoleh tingkat keunggulan, dan memperjuangkan kesuksesan. Melihat pengertian ini, bisa dimengerti kalau Mario Teguh, Thukul Arwana, dan Bob Sadino bisa meraih mimpi karena dalam diri mereka tumbuh motivasi berprestasi.

Dengan motivasi berprestasi yang berkembang membuat mereka memiliki energi hebat untuk meraih apa yang diinginkan. Energi yang meluap-luap merangsang mereka untuk menjadi sosok yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan orang lain. Kondisi internal tersebut yang membuat mereka tahan banting, tak kenal lelah, tidak ada kata menyerah, dan apa pun keadaannya selalu berjuang meraih keberhasilan.

Kerja Keras

Bob Sadino pernah membeberkan kiat sukses. Dia menjadi orang sukses karena kemampuan terus berjuang untuk meraih keberhasilann. Filosofinya adalah orang lain makan bubur ecer, dia akan makan bubur encer lagi. Filosofi ini dapat diterjemahkan bila orang lain kerja keras, dia akan bekerja lebih keras lagi. Implementasinya dalam hal mengoptimalisasi waktu. Ibaratnya kalau orang tidak tidur 24 jam, dia tidak akan tidur 30 jam dalam melakukan aktivitas pekerjaan.

Barangkali bukan hanya Bob Sadino yang mempunyai kemampuan berjuang merealisasi cita-cita. Masih banyak orang lain yang berhasil, karena kekuatan motivasi dalam dirinya. Begitu penting motivasi berprestasi, maka bisa dimasukkan dalam pengembangan pendidikan karakter pada siswa.

Cara yang bisa digunakan untuk menanamkan nilai motivasi berprestasi dengan sarana proses belajar mengajar. Pendidikan dalam mengajar di kelas tidak sekadar menyampaikan materi pelajaran. Tetapi dalam memberikan materi diberikan muatan penanaman nilai-nilai motivasi berprestasi. Tentu saja pembentukan karakter siswa melalui penanaman nilai motivasi berprestasi harus dikontekstualisasi dengan materi pelajaran.

Karena itu, agar penamaman nilai-nilai motivasi berprestasi bisa terinternalisasi dalam diri siswa, tanggung jawab perlu dibebankan oleh pendidik. Pendidik disarankan memiliki pengetahuan baik mengenai motivasi berprestasi. Setelah pendidik menguasai pemahaman motivasi berprestasi secara kreatif dipadukan dengan materi pelajaran, sehingga tak terasa siswa dibekali nilai-nilai motivasi berprestasi tersebut.

Dan, pendidik yang mengikhlaskan diri untuk membangun generasi berkualitas tak merasa keberatan mendapat tugas tambahan menanamkan nilai motivasi berprestasi. Karena seorang pendidik sejati akan memiliki kepuasan batin kalau siswa mampu meraih prestasi tertinggi, baik skala nasional maupun internasional, bukan semata-mata pada seberapa tunjangan profesi yang sudah didapatkan.(75)

Hadi Suyono, dosen Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
SUMBER : http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=6463

0 comments: