Banner Jalan

GNIB OKE

Minggu, 18 Desember 2011

Pengertian dan Perbedaan Daya Serap Siswa

Hampir semua guru mempunyai keluhan tentang kemampuan siswa dalam memahami setiap pelajaran yang diajarkan, daya tangkap dan daya ingatan yang dimiliki siswa (menurut guru) sangat rendah. Akan tetapi hal ini belum tentu benar, kemungkinan lain bisa saja disebebkan guru itu sendiri tidak memahami karakteristik indivudual peserta didiknya. Nah oleh karenya kita perlu mengetahui apa itu daya serap dan perbedaan setiap individu dalam memiliki daya serap. Daya serap adalah Kemampuan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu, untuk bertindak dalam menyerap. Jadi, yang dimaksud dengan Perbedaan daya serap siswa adalah kemampuan atau kekuatan untuk melakukan sesuatu, untuk bertindak dalam menyerap pelajaran oleh setiap siswa. Pada diri siswa terdiri berbagai daya serap, yaitu antara lain daya mengingat, berfikir, merasakan, kemauan, dan sebagainya. Tiap daya mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Tiap orang memiliki daya-daya tersebut, hanya berbeda kekuatannya saja. Agar daya-daya itu berkembang (terbentuk) dengan baik maka daya-daya itu perlu dilatih, sehingga dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sering terjadi, melempemnya daya serap siswa di sekolah disebabkan mereka tidak biasa dengan budanya sekolah sehingga mereka lambat dalam menyikapinya. Kebiasaan dalam belajar yang tidak sesuai dengan yang diharapkan siswa, akan menyebabkan minat dan motivasinya semakin pudar. Sehingga dalam belajar ada keterpaksaan yang tidak diinginkan oleh siswa dan mengakibatkan proses belajar mengajar tidak optimal. Hal yang sangat menyulitkan dalam pembelajaran adalaha danya perbedaan daya serap individual diantara siswa yang satu dengan yang lainnya walaupun dalam umur yang sama dan kelas yang sama. Semakin tinggi kelasnya maka semakin besar pula perbedaannya. Pembelajaran individual akan senantiasa merupakan masalah perhatian para pendidik. Sejak lama diketahui adanya perbedaan antara berbagai individu yang harus diperhatikan. Berbagai hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan dasar atau kemampuan potensial (intelejensi dan bakat) seseorang berbeda-beda satu dengan lainnya, memperhatikan pentingnya perbedaan individual dalam pengajaran sungguh suatu keharusan.
Namun demikian dalam prakteknya hal ini merupakan sesuatu yang ideal untuk mewujudkannya, guru harus memahami dan mampu mengembangkan strategi belajar dengan pendekatan individual. Strategi belajar mengajar tersebut memungkinkan setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan potensialnya. Juga memungkinkan setiap siswa dapat menguasai seluruh bahan pelajaran secara penuh, ini merupakan ide tersendiri yang melandasi berbagai sistem pengajaran individual. Disini prinsip individualisasi diberikan berbentuk pengajaran individual, mula-mula dilakukan oleh Fredirick Burke, kemudian Helen Parkhur di Dalton dan juga oleh Carteton W. Washburne di Winnetka.Pelajaran seperti, berhitung, sejarah ilmu bumi dan bahasa, diberikan, diajarkan secara individual tanpa menggunakan situasi kelas. Murid melaporkan hasil pelajarannya kepada guru, murid melakukan tugas individual menurut kecepatannya sendiri. Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karekteristik bawaan (heredity) dan karekteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan Karekteristik bawaan merupakan karekteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor social psikologis. Karekteristik siswa adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan sosial sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih citacita masa depannya.

Tidak ada komentar: